Pepohonan
Merdeka
Setelah
sekian lama pepohonan merdeka hidup subur
Kenapa ada
lagi tangan-tangan rakus
Merobek
luluh dan menginjak-injak lumat
Pohonan
tempat bangsa bernaung
Setelah sekian
lama pepohonan merdeka hidup subur
Tidak pernah
mengganggu-gugat siapa yang ada
Mengapa
masih ada lagi kelibat rakus penjajah
Oleh warga
sendiri
Terhadap
tempat anak-anak mencari damai
Tanpa rasa
sedikit pun sesalan di hati
Setelah
sekian lama pepohonan merdeka hidup subur
Mengapa
masih ada lagi rasa dengki
Terhadap warga
sejati
Yang hanya
menumpang redup
Dihujung
daun cuma
Sehingga
sanggup dicabutnya tunjang bangsa
Atau ingin
menunjuk ego seorang berkuasa
Setelah
sekian lama pepohonan merdeka hidup subur
Tak pernah
terduga masih ada lagi
Ada lagi tali
barut yang iri hati
Atas
kesuburan pepohonan bangsa ini
Mengamuk
membuta tuli
Meracuni
perdu tempat anak-anak bermimpi
Setelah
sekian lama pepohonan merdeka hidup subur
Megah
berdiri menjulang tinggi
Mengapa
masih ada lagi
Yang sanggup
merogol dan menodai
Sehingga pohonan
itu hilang seri
Muram
menahan parahnya di hati.
Setelah
sekian lama pepohonan merdeka hidup subur
Kini tiada
lagi yang sudi
Menjaga dan
juga membajai
Apa lagi
menyiram dan merapi
Sehingga pepohonan
merdeka sepi
Tercabut
segala tunjang dari bumi
Yang tinggal
kini Cuma nostalgia sepi
Yang tak
akan sama lagi
Dengan tunas
baru yang bakal mengganti.
Karya : Aby Asmara