Monday, 22 September 2014

Sajak



Pepohonan Merdeka

Setelah sekian lama pepohonan merdeka hidup subur
Kenapa ada lagi tangan-tangan rakus
Merobek luluh dan menginjak-injak lumat
Pohonan tempat bangsa bernaung

Setelah sekian lama pepohonan merdeka hidup subur
Tidak pernah mengganggu-gugat siapa yang ada
Mengapa masih ada lagi kelibat rakus penjajah
Oleh warga sendiri
Terhadap tempat anak-anak mencari damai
Tanpa rasa sedikit pun sesalan di hati

Setelah sekian lama pepohonan merdeka hidup subur
Mengapa masih ada lagi rasa dengki
Terhadap warga sejati
Yang hanya menumpang redup
Dihujung daun cuma
Sehingga sanggup dicabutnya tunjang bangsa
Atau ingin menunjuk ego seorang berkuasa

Setelah sekian lama pepohonan merdeka hidup subur
Tak pernah terduga masih ada lagi
Ada lagi tali barut yang iri hati
Atas kesuburan pepohonan bangsa ini
Mengamuk membuta tuli
Meracuni perdu tempat anak-anak bermimpi

Setelah sekian lama pepohonan merdeka hidup subur
Megah berdiri menjulang tinggi
Mengapa masih ada lagi
Yang sanggup merogol dan menodai
Sehingga pohonan itu hilang seri
Muram menahan parahnya di hati.

Setelah sekian lama pepohonan merdeka hidup subur
Kini tiada lagi yang sudi
Menjaga dan juga membajai
Apa lagi menyiram dan merapi
Sehingga pepohonan merdeka sepi
Tercabut segala tunjang dari bumi
Yang tinggal kini  Cuma nostalgia sepi
Yang tak akan sama lagi
Dengan tunas baru yang bakal mengganti.

Karya : Aby Asmara

No comments:

Post a Comment